KONSEP PEMBELAJARAN

14 06 2012

FILOSOFI PERMAINAN CATUR DALAM PENDIDIKAN

Ketika berdiri di depan kelas, guru dapat memanfaatkan filosofi permainan catur. Dalam permainan ini terdapat visi, strategi, dan sumberdaya dari buah-buah catur.

Pemain catur harus memiliki visi memenangkan permainan. Guru pun perlu mencapai kemenangan dalam bentuk hasil pembelajaran yang efektif.

Setiap langkah pembelajaran diperhitungkan dengan masak-masak. Ini tercermin dari metode pembelajarannya dengan menerapkan model pembelajaran yang cocok. Kecocokan ditentukan oleh analisis situasi.

Saat masalah muncul strategi sudah disiapkan, baik berupa pendekatan personal kepada murid atau wali murid, konseling, maupun Penelitian Tindakan Kelas.

Hal yang tak kalah pentingnya dibandingkan dengan visi dan strategi adalah sumberdaya. Masing-masing murid–seperti halnya buah-buah catur–memiliki kelebihan dan kelemahan di bidang tertentu. Untuk memenangkan pembelajaran, sumberdaya ini ditingkatkan kemampuannya secara optimum.

Kalau sudah demikian, guru dapat sejenak bernafas lega untuk selanjutnya bersiap-siap lagi menghadapi “pertempuran” baru lainnya.

Guru memang dituntut oleh profesinya untuk “bertempur” terus-menerus. Karena memenangkan satu pertempuran tidak menjamin kemenangan peperangan yang sesungguhnya, yaitu visi terwujudnya murid yang dapat mengatasi keterbelakangan dirinya dan masyarakatnya.

Kiranya begitu. @_@


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: